RSS

AGAR SHALAT KITA, MENENANGKAN DAN MENCERAHKAN

07 Jun

Kutbah Idul Fitri 1433 H

Oleh :Saat Mubarak, Lc

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Betapa kita layak mensyukuri kenikmatan Allah swt yang begitu melimpah kita rasakan, utamanya iman dan islam; iman yang menggerakkan diri kita untuk banyak berkarya kabajikan di tengah masyarakat, Islam yang menunjukkan dan menjadi pedoman setiap langkah yang kita ambil serta bagaimana kita menuntaskannya. Begitu pula kenikmatan sehat yang pada hakekatnya juga merupakan ujian, semoga kita mampu mensikapinya dengan syukur dan sabar. Maka marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah swt, karena Dialah yang memberi izin kita melewati satu bulan penuh dalam perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga dengan syukur kita, nikmat besar tersebut mampu menghantarkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Ketaqwaan yang membuat kita bisa keluar dari berbagai himpitan persoalan hidup dan mengangkat serta meninggikan derajat kita menjadi hamba mulia dihadapan Allah swt.  

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya yang gigih memperjuangkan nilai-nilai kebenaran agar tegak di bumi-Nya hingga hari akhir nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Hari ini, betapa masih jelas gambaran kondisi masyarakat kita di bulan suci Ramadhan yang baru hitungan jam kita lalui. Di hari-hari itu seorang mukmin akan sangat terpanggil melakuklan berbagai macam ibadah; sholat diantaranya. Tidak hanya yang wajib bahkan sholat tarawih dan sholat-sholat sunnah lainya juga tidak terlewatkan. Semangat umat untuk beribadah di bulan Ramadhan sedang sangat meninggi, semoga tentunya setiap kita mampu mengistiqomahkan kondisi ini. Namun kalau kita mau mencoba bermuhasabah melihat kenyataan yang terjadi, kita akan tersadarkan bahwa masih banyak orang yang menunaikan sholat namun belum mampu merasakan atau menikmati dampak yang semestinya ditimbulkan ketika seseorang melakukan dan mendirikan sholat. Ketika ibadah ini dilakukan dengan benar maka dari sekian dampak yang dilahirkannya adalah adanya ketenangan dalam jiwa dan pencerahan diri. Ketenangan yang membuat seseorang akan mengarungi kehidupan ini dengan kenyamanan, dan pencerahan yang akan membuat seseorang gandrung kepada kebaikan dan enggan mengotori dirinya dengan keburukan.

Memang sholat itu sudah seharusnya melahirkan dampak positif bagi yang mendirikannya dengan benar. Inilah salah satu yang Allah swt gambarkan tentang pengaruh sholat pada seseorang,   

إنّ الإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعاً إذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعاً وَإذَا مَسَّهُ الخَيْرُ مَنُوْعاً إِلاَّ المُصَلِّيْنَ

”Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”. (Al-Ma`arij : 19-22)

Begitupula sholat, ketika pelakunya tidak merasakan dampak apapun dari sholatnya maka pasti bukan sholat itu yang salah, namun ada yang salah dalam cara penyikapan pelakunya terhadap sholat. Demikianlah seharusnya shalat memberi dampak positif

Allahu Akbar 3X Walillahilhamd..

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Agar sholat yang kita dirikan memiliki pengaruh positif, dapat menjadi penenang hati dan penenteram jiwa serta memberi pencerahan pada diri kita, inilah sembilan langkah yang perlu dilakukan :

Pertama; Bersihkan hati, lakukanlah dengan keikhlasan

Ketika seseorang melakukan ibadahnya dengan penuh keikhlasan, ia akan menjadi tenang karena hatinya hanya tertuju kepada Allah swt, hanya pujian-Nya yang ia damba. Maka disaat itu ia tidak lagi disibukkan oleh keresahan hati ketika manusia tidak memujianya, tidak menyanjungnya, hatinya akan merasa tenang karena semua yang dilakukanya adalah lillahi ta`ala bukan karena dan untuk manusia. Semuanya untuk Sang Pencipta semesta raya.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah
untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya;dan demikian itulah yang
diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al-An’aam : 162-163)

Kedua; Sadari Shalat sebagai sarana komunasi

Dalam satu hadits Qudsi yang termaktub dalam kitab shohih muslim, tergambar satu dialog antara Allah dengan hamba-Nya ketika shalat”.

”Allah swt berfirman, ‘Aku membagi shalat menjadi dua bagian, antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.

Jika seorang hamba membaca : “Alhamdulillahirabbil’alamin” -segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam’,

maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku memuji-Ku’

Jika dia membaca : “Arrahmaanirrahiimm” ‘yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang’

Allah berfirman, “Hamba-Ku menyanjungku”

Jika dia membaca : “Maaliki yaumiddin” ‘pemilik hari pembalasan’

Allah berfirman : ‘Hambaku mengagungkanku’

Jika dia membaca :”Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin” ‘hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan’

Allah berfirman : ‘Ini untuku-Ku dan untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku (mendapat) apa yang dia minta’.

Dan jika dia membaca : “Ihdinashiraathal mushtaqiim.. Shiraathalladzi an’amta ‘alaihim ghairil maghdhu bi’alaihi wa ladhaaallin… ‘ tunjukilah kami jalan yang lurus, (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat’.

Maka Allah berfir’man : ‘Ini untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.”  (Hadist Qudsi, riwayat Imam Muslim)

Sangat tegas adanya komunikasi antara seorang hamba dengan Allah swt dalam sholat, oleh karena itu, maka sekali lagi sadarilah kondisi ini, karena disinilah tempat kita memohon, menyampaikan harapan dan asa.

Ketiga; Hadirkan Hati

Segala aktifitas tanpa kesertaan hati didalamnya akan terasa hambar. Maka emosi dan hati perlu dihadirkan, seperti seseorang yang sedang menikmati satu tayangan cerita, dia menikmatinya karena ikut larut dalam suasana cerita tersebut, sadar atau tidak ia sedang menggunakan emosinya untuk merasakan alurnya. Demikian pula sholat, semakin terpadu kesertaan gerak fikir,fisik dan ruhani kita maka dampak dari sholat akan lebih bisa dirasakan, shalatpun tidak lagi terasa sebagai beban namum akan terasa sebagai kebutuhan primer yang menenteramkan. Maka berkomunikasilah dengan baik namun jangan pernah lupa untuk menghadirkan hati dan rasa.

Kaum Muslimin Yang Dirahmati Allah.

Keempat; Fahami Bacaannya

Memahami setiap bacaan yang ada di dalam sholat akan memudahkan seseorang untuk menjadikan sholat sebagai sarana komunikasi, lebih mudah menjiwai makna dan pesan yang terkandung didalamnya. Disana ada pujian, ada dzikir, ada permohonan, ada sholawat, bahkan ada janji, semua itu betapa akan sangat memberikan efek penenangan pada setiap jiwa yang dengan penuh kesadaran dan kefahaman akan apa yang ia baca.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ…..

” Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yg kamu ucapkan,…” (QS. An Nisaa’ (4) : 43)

Bukankah ayat ini begitu tegas meminta kita mengerti apa yang kita ucapkan, yang kit abaca dalam sholat. Maka beristighfarlah kita… jika diusia kita hari ini masih belum memahami apa yang kita baca dalam sholat kita.

Kelima; Rasakan setiap gerak dan jangan terburu-buru

Ada banyak pembiasaan sikap mulia yang diajarkan oleh shalat yang kita lakukan; Diantaranya adalah ketenanngan, inilah yang sering disebut dengan ’tuma`ninah’. Hal ini mesti dilakukan pada setiap gerak shalat. Kita dilarang melakukan gerakan dalam sholat seperti gerakan ayam yang sedang mematuk makanan dengan paruhnya, harus ada kejelasan jeda antara setiap gerakan. Karena terburu-buru dalam gerakan sholat hanya akan membuat pelakunya tidak mampu merasakan dampak ketenangan, dan dampak-dampak positif dari sholat. Bahkan ketika hendak menuju ke masjidpun Rasulullah saw meminta kita untuk berjalan dengan tenang tidak tergesa-gesa. Ini adalah proses pembiasaan yang baik dari agama ini. Seorang penyair ternama Ahmad Syauqiy melantunkan bait syairnya:

Duhai..

Andaikan sholat bukanlah penghulu ibadah

Niscaya ia, kan menjadi kebiasan dan adat terindah

Keenam; Barengi dengan Kesabaran

Banyak orang yang sholat namun mereka tidak menyertakan sabar didalamnya; tidak sabar menunda pekerjaan yang lain, tidak sabar ketika ruku’, ketika bersujud, ketika membaca surah, tidak sabar ketika imam sedikit memanjangkan bacaannya, bahkan begitu selesai salam langsung angkat kaki dan langsung pergi, tidak sabar untuk sejenak duduk berdzikir seperti yang diajarkan Rasulullah saw, bahkan juga tidak bersabar untuk belajar memahami makna dan pesan dibalik bacaan yang dia lantunkan. Maka bagaimana seseorang bisa menjadikan sholatnya sebagai sarana untuk meraih solusi dari banyak masalah yang dihadapainya termasuk masalah ketidak tenangan jiwanya, jika tidak menyertakan kesabaran didalamnya. Maka renungkanlah firman Allah ini;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”.( Al-Baqarah : 153 )

Bahkan Allah swt mendahulukan kata sabar dari pada kata sholat. Maka bersabarlah untuk melakukan setiap syarat dan rukunnya, sabarlah untuk berupaya melakukannya diawal waktu, Sabarlah untuk memngkajinya pesan-peannya dengan baik.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamd..

Ketujuh; Jadikanlah Sholat sebagai Cahaya

Dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw menyatakan bahwa ”As-Sholaatu Nuur” sholat itu adalah cahaya. Maka cahaya adalah sesuatu yang akan memberikan penerangan bagi seseorang dalam melewati perjalanan hidupnya, ia mampu membedakan mana jalur indah yang baik untuk dirinya dan mana kubangan yang akan mencelakakan dirinya. Sholat ini akan benar-benar menjadi cahaya bagi pelakunya jika ia juga berupaya mendirikannya dengan baik, menegakkan nilai dan pesannya di luar shalat. Maka diluar sholatlah akan terukur kualiatas sholat seseorang. Maka sholat benar-benar akan menjadi cahaya penerang hidup jika pelakunya menjauhkan dan menjaga dirinya dari melakukan keburukan

وَأَقِمْ الصَّلاة إِنَّ الصَّلاة تَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاء وَالْمُنْكَر

“dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan – perbuatan) keji dan munkar”. (Al-‘Ankabut:45)

Kedelapan; Mintalah untuk dimudahkan dalam mendirikannya.

Dari salah satu do’a yang diajarkan oleh Al-quran, adalah apa yang dipintakan oleh Nabiyullah Ibrahim as dimana Rasulullah saw pun diminta mengambil pelajararan dari sang kholilullah-kekasih Allah- ini, demikian senandung doanya kepada Allah swt.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah do’aku”. (QS. Ibrahim : 40)

Ibrahim, sang Kekasih Allah masih memohon kepada-Nya agar dia dan keturunanya mampu menegakkan dan mendirikan sholat.

Kesembilan; Tetaplah Beristiqamah

Beristiqamah, tetap komitment dalam menjaga keimanan dan melakukan nilai-nilai ibadah termasuk didalamnya shalat akan membuat seseorang meraih ketenangan dari Allah swt sebagaimana janji-Nya;

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka istiqamah maka malaikat akan turun kepada mereka ( dengan mengatakan ) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

( QS. Fushilat : 30 )

 

Demikianlah beberapa langkah yang dapat kita lakukan agar sholat kita yang kelak akan menjadi amalan pertama yang akan dihisab Allah swt, dapat menjadi sesuatu yang mencerahkan kita,  menenangkan hati, menentramkan ruhani dan menyejukan jiwa baik dalam mengarungi kehidupan dunia atau kelak di kehidupan akherat. Semoga sholat kita tetap menjadi cahaya, semoga Allah swt memudahkan kita untuk benar-benar menjadi hamba-Nya  yang mampu mengejawentahkan nilai sholat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Marilah di penghujung khutbah ini, kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdo’a:

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, Bantulah kami agar senantiasa dapat berdzikir kepada-Mu, mampu mensyukuri segenak nikmat-Mu, dan memperbaiki kualitas ibadah kami kepada-Mu.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

 

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

 

اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari do’a yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’I).

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِينِكَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Yaa Allah.. Yang Menguasai hati kami, Teguhkanlah hati kami pada jalan agama-Mu, Yaa Allah yang Maha Mengarahkan wajah kami, arahkanlah ia pada jalan ketaatan kepada-Mu

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Sumber : http://nuansaislam.com/index.php/2013-05-22-22-53-13/khutbah-i-d/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 7, 2013 in Idul Fitri

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: