RSS

Makna Istighotsah

23 Apr

MAKNA ISTIGHOTSAH

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ (٢٨

28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Ma’asiral Muslimin,  Jama’ah Jumat rahimakumullah

Alhamdulillah, kita panjatkan puja dan puji, kehadirat Illahi Rabbi. Allah Yang Maha Pemurah,yang telah memberikan nikmat begitu melimpah, antara lain nikmat hidayah dan inayah, sehingga kita masih bisa duduk di atas sajadah, untuk  muroqobah, untuk muhasabah, untuk beribadah, melaksanakan sholat Jum’at berjamaah . Mudah-mudahan dengan  ibadah sholat jumat berjamaah di sekolah  menjadikan hati kita semakin sakinah, jiwa kita jiwa kita semakin mutmainah, ibadah kita semakin istiqomah, tingkah laku  kita semakin makin terarah, fidunya hasanah wa filakhirati hasanah.

Sholawat dan salam, marilah kita sampaikan kepada junjunan kita, idola kita, panutan kita, teladan kita, imam kita, Nabi besar Muhammad SAW, yang telah menaburkan rahmat, menyempurnakan nikmat, menyelamatkan umat dan yang akan memberikan safaat nanti di akhirat, khususnya bagi umatnya yang rajin membaca sholawat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah, taqwa yang sebenar-benarnya . Taqwa yang tidak hanya diucapkandengan lisan. Tapi diwujudkan dengan amal perbuatan. Taqwa yang tidak hanya di bibir saja , tapi taqwa yang menyatukan satunya kata dengan praktika, satunya lisan dengan perbuatan, satunya dawah dengan lampah, satunya ucap dengan sikap, satunya teori dengan manifestasi.

Taqwa yang melahirkan kedisiplinan dalam menjalankan ketaatan, kepatuhan, kepasrahan dan ketundukan hanya kepada Allah.

Taqwa yang melahirkan kesadaran untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dengan taqwa, segala urusan kita dimudahkan, dengan taqwa rizki kita dilapangkan , dengan taqwa dosa kita dileburkan, dengan taqwa hidup kita akan bahagia, dengan taqwa kita akan dijamin masuk surga, dengan taqwa harkat, derajat dan martabat kita semakin mulia.

 إِنَّ أَڪۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَٮٰكُمۡ‌ۚ

‘Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa (QS Al-Hujurat (49) : 13 )

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Tadi pagi kita semua (khususnya kelas IX) telah melaksanakan kegiatan  ‘istighotsah’ dengan khusu, syahdu dan tawadlu dalam rangka menghadapi Ujian Nasinal yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2012. Marilah kita doakan bersama :mudah – mudahan kegiatan ‘istighotsah’ tersebut membawa berkah dan maghfirah, antara lain diberi ketenangan dan kelapangan dalam mengahadapi UN, diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal UN dan diberi kelulusan dan kesuksesan dalam perolehan hasil nilai UN, yakni lulus 100 persen, Amiin ..

Apakah istighotsah itu ?

Itighotsah” dalam bahasa Arab berarti “meminta pertolongan”. Istilah istighotsah terdapat dalam wiridan para anggota jama’ah thoriqoh (atau biasa dilafadkan dalam bahasa Indonesia menjadi tarekat) yang berbunyi: “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits..!” Ya Allah Yang Maha hidup dan Yang Maha Berdiri sendiri, dengan rakhmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu ..!

Di Indonesia istighotsah diartikan sebagai ”dzikir atau wiridan” yang dilakukan secara bersama-sama dan biasanya di tempat-tempat terbuka untuk mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT. Sementara doa-doa yang diucapkan pada saat istighotsah adalah doa-doa atau bacaan yang khas diamalkan dalam jama’ah thoriqoh, meski kadang ada beberapa penambahan doa.

Pertama-tama para jama’ah istighotsah membaca surat pertama dalam Al-Qur’an yakni Al-Fatihah sebagai pembuka segala kegiatan yang baik. Selanjutnya jama’ah membaca doa-doa berikut:

1. Istighfar (astagfirullahal adzim) meminta ampun kepada Allah

Astagfirullahal adzim ( saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung )

2. Hauqolah (la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim) meminta kekuatan kepada Allah

La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim ( tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah )

3. Sholawat atau doa untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya

Allahuma sholli ala syayyidina Muhammad wa ala ali syayyidina Muhammad    ( Ya Allah limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjunan kami nabi Muhammad beserta keluarganya )

4. Lafadz tahlil panjang yang berbunyi “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin” sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa hamba yang sedang berdoa telah melakukan perbuatan dzolim.

5. Memuji asma Allah dengan lafadz “Ya Allah ya Qodim, ya Sami’u ya Basyir, ya Mubdi’u ya Kholiq, ya Hafidz ya Nasir ya Wakilu ya Allah, ya Lathif

(Ya Allah, Engkaulah Dzat yang ada tanpa permulaan, Yang Maha mendengar dan Maha Melihat, Yang Maha mewujudkan sesuatu dari tidak ada, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Menjaga, yang Maha Penolong, Maha Memelihara dan Yang Maha Lembut)

6. Kemudian bacaan istighotsah “Ya Hayyu ya Qoyyum birohmatika astaghits

Ya Allah, engkaulah Yang Maha hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rakhmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu ..!

Jumlah bacaan bisa bermacam-macam antara 1, 3, 7, 33, 100, atau 1000 tergantung sang pemimpin jama’ah istigotsah. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca surat Yasin dan dilanjutkan dengan tahlil untuk mendoakan para orang tua, guru, sesepuh, anak, dan saudara yang telah menghadap Sang Kholiq.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kegiatan istighotsah merupakan salah satu usaha ’bathiniyah’ dengan cara berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah serta berdoa bersama-sama, memohon petunjuk dan pertongan Allah, agar diberi ketenangan, kelapangan, kemudahan, kelancaran dan kesuksesan, setelah usaha secara ’lahiriyah’ dilakukan.

Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu beberapa patah kata: Jagalah Allah, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Allah bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Allah bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan telah mengering.” (HR Tirmidzi )

Dengan istighotsah (berdzikir kepada Allah) hati kita akan tenang,  jiwa kita akan tentram, dada kita akan lapang bahkan otak kita akan cemerlang, sehinggga cita-cita akan mudah diraih dengan gemilang !

 ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ (٢٨)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah (dzikir). Ingatlah, hanya dengan dzikir hati menjadi tentram.”(Q.S. Ar Ra’ad:28)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kegiatan istighotsah merupakan kegitan untuk membersihkan hati dari noda dan dosa yang kita lakukan. Karena dosa ibaratnya titik hitam. Semakin banyak dosa maka semakin banyak titik hitam yang melekat pada hati, semakin gelaplah hati kita. Hati yang hitam legam, gelap gulita menyebabkan hidayah sulit untuk masuk. Ibaratnya sebuah kaca yang tiap hari kena debu, maka lama kelamaan kaca itu akan tertutupi oleh kotoran debu,  yang mengakibatkan cahaya, sinar matahari tidak akan masuk.

Imam Syafi’I semasa menjadi santri pernah mengeluh kepada gurunya, “Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji dan kupelajari ini susah sekali memahaminya dan cepat sekali lupa ?” Sang Guru menjawab, “Ilmu itu ibarat cahaya, ia hanya dapat menerangi hati yang bersih, bening dan suci. Ia tidak akan dapat menerangi hati yang keruh, kotor dan banyak maksiatnya.”

Mudah-mudahan dengan kegiatan istighotsah diharapkan hati kita semakin bersih. Hati yang bersih akan melahirkan pikiran yang jernih, sehingga apa-apa yang kita cita-citakan, harapkan akan mudah di raih.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2012 in Jumat

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: