RSS

Pribadi Berdzikir

20 Okt

PRIBADI BERDZIKIR

Ma’asiral Muslimin, Jama’ah Jumat rahimakumullah


Alhamdulillah, kita panjatkan puja dan puji, kehadirat Illahi Rabbi. Allah Yang Maha Pemurah,yang telah memberikan nikmat begitu melimpah antara lain nikmat hidayah, inayah, penuh berkah,sehingga kita masih bisa duduk di atas sajadah, Untuk muroqobah, untuk muhasabah, untuk beribadah, melaksanakan sholat Jum’at berjamaah . Mudah-mudahan iman taqwa kita takkan goyah,ibadah kita makin istiqomah, dan tingkah laku kita makin terarah, amin…….

Sholawat dan salam, marilah kita sampakan kepada junjunan kita, idola kita, panutan kita, teladan kita, imam kita, Nabi besar Muhammad SAW, yang telah menaburkan rahmat, menyempurnakan nikmat, menyelamatkan umat dan yang akan memberikan safaat nanti di akhirat, khususnya bagi umatnya yang rajin membaca sholawat

Sidang jum’at yang berbahagia !

Marilah kita tingkatkankualitas taqwa kita kepada Allah, taqwa yang sebenar-benarnya . Taqwa yang tidak hanya diucapkan dengan lisan. Tapi diwujudkan dengan amal perbuatan. Taqwa yang tidak hanya di bibir saja , tapi taqwa yang menyatukan satunya kata dengan praktika, satunya teori dengan manifestasi.
Taqwa yang melahirkan kedisiplinan dalam menjalankan ketaatan, kepatuhan, kepasrahan dan ketundukan hanya kepada Allah.
Taqwa yang melahirkan kesadaran untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dengan taqwa, hidup kita akan bahagia.
Dengan taqwa harkat, derajat dan martabat kita semakin mulia.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍ۬ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَـٰكُمۡ شُعُوبً۬ا وَقَبَآٮِٕلَ لِتَعَارَفُوٓاْ‌ۚ إِنَّ أَڪۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَٮٰكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ۬ (١٣)

‘Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa (QS Al-Hujurat (49) : 13 )

Sidang Jum’at yang berbahagia !

Noda terbesar zaman modern ini adalah kegelisahan. Perasaan resah, gelisah, cemas, takut, getir selalu menghantui diri kita. Seorang siswa gelisah menghadapi ujian, takut tidak lulus! Orang tua gelisah cemas anaknya tidak mendapatkan nilai bagus.
Seorang guru gelisah , melihat perilaku, sikap, murid-muridnya yang nakal, bengal, binal dan kurang ajar, yang akhlaknya tidak mulus!
Untuk menghilangkan perasaan gelisah itu adalah dengan banyak mengingat Allah, dengan banyak berdzikir.

Dengan dzikir hati kita akan tenang, dengan dzikir jiwa kita akan tentram, dengan dzikir dada kita akan lapang bahkan dengan dzikir otak kita akan cemerlang, sehinggga cita-cita akan mudah diraih dengan gemilang !

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ (٢٨)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah (dzikir). Ingatlah, hanya dengan dzikir hati menjadi tentram.”(Q.S. Ar Ra’ad:28)

Hati yang tenang, jiwa yang bahagia, hati yang sakinah, jiwa yang tentram, jiwa yang damai, jiwa yang mutmainah! Itulah yang kita dambakan.

Sidang Jum’at yang berbahagia !

Dzikir artinya ingat dan sebut. Karena ingat maka disebut. Disebutnya karena ingat.Dengan demikian dzikrullah berarti mengingat dan menyebut asma (nama) Allah.
Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan. Dzikir dalam hati lebih baik dibandingkan dengan dzikir lisan semata. Namun, jauh lebih sempurna jika keduanya dipadukan. Jadi, dzikir yang terbaik adalah perpaduan antara dzikir hati dan dzikir lisan.
Jadilah pribadi berdzikir, yaitu pribadi yang selalu mengingat dan menyebut asma (nama) Allah, dimanapun berada, pribadi yang menjadikan: Allah sebagai tujuan hidupnya, Nabi Muhammad sebagai teladannya, Al Qur’an sebagai pedomannya, bicaranya da’wah, diamnya dzikir, nafasnya tasbih, gerak hatinya do’a, matanya rakhmat, telinganya terjaga, fikirannya baik sangka, tangannya shodaqoh, kakinya berjihad, kekuatannya silaturahmi, kesibukkannya asik memperbaiki diri, kerinduannya tegaknya syariat Islam, cita-citanya sahid dijalan Allah.

Itulah Pribadi Berdzikir . Sudahkah kita seperti itu?

Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia !

Ada beberapa macam dzikir:

1. Dzikir Qalbiyah
Yaitu dzikir hati, mengingat Allah dengan hati, merasakan kehadiran Allah. Yakni bahwa Allah senantiasa bersamanya. Sadar bahwa Allah selalu melihatnya. Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. Itulah ‘IHSAN’

2. Dzikir Aqliyah
Yaitu dzikir dengan akal, kemampuan menangkap bahasa Allah, dibalik setiap gerak alam semesta ini.

إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (١٩٠) ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَڪَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً۬ سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٩١)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda ( kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah, sambil berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah dari azab neraka.”(Q.S. Ali Imran (3) : 190-191)

Ada dua ayat yang harus kita dzikirkan dengan akal kita:

a. Ayat Qauliyah
Ayat yang tersirat dan tersurat dalam Al Qur’an.

b. Ayat Kauniyah
Ayat yang tertulis dan terlukis di alam semesta.
Kita perhatikan, kita renungkan, kita fikirkan, kita dzikirkan.
Bagaimana langit ditinggalkan, bumi dihamparkan, gunung ditegakkan, lautan dibentangkan, hewan dihidupkan, tumbuhan dihijaukan, matahari dipanaskan, angin ditiupkan, burung diterbangkan.!!

3. Dzikir Lisan
Yaitu dzikir dengan lisan, dengan ucapan, dengan kata-kata. Ini adalah buah dari dzikir hati dan dzikir akal. Setelah melakukan dzikir hati dan akal, barulah lisan berfungsi untuk senantiasa berdzikir.
“Hati kita yakin kepada Allah, merasakan kehadiran Allah. Tatkala kita melihat langit tanpa tiang, tinggi menjulang, dihiasi bintang gemintang dan cahaya rembulan terang benderang.” Difikirkan ! Direnungkan ! Lahirlah ucapan: Subhanallah…Allahu Akbar
• Membaca tahlil, takbir, tasbih, tahmid, berdo’a, berda’wah, membaca Al Qur’an. Itulah dzikir lisan!

4. Dzikir Amaliyah
Yaitu dzikir dengan amal perbuatan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya. Taqwa adalah perwujudan dzikir amaliyah.
• Rajin mendirikan shalat,
• Senang memberikan shodaqoh,
• Hormat, taat, tunduk, patuh pada guru dan orang tua.

Hadirin, Sidang Jum’at yang berbahagia !

Orang yang rajin berdzikir, akan:
–  Dimudahkan segala urusannya,
–  Dilancarkan segala kesulitannya,
–  Digampangkan segala masalahnya,
–  Dilapangkan segalakesempatannya.

Dari Abu Said Al Khudri RA, berkata:”suatu hari Rasulullah SAW, masuk mesjid tiba-tiba beliau bertanya, mengapa kamu duduk-duduk di mesjid, diluar waktu shalat?”
Abu Umamah menjawab:
“Karena kecemasan yang melanda hatiku dan utang-utangku, wahai Rasulullah.

Rasulullah bersabda:
“Bukankah aku telah mengajarimu beberapa bacaan, bila kau baca, ketika pagi dan sore, Allah akan menghilangkanrasa cemas dari dirimu, ucapkanlah:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan kesedihan, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan dan dari kebakhilan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari masalah keuangan dan dari tekanan orang-orang.”(HR Abu Dawud)

Download disini !

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 20, 2011 in Jumat

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: