RSS

HAKEKAT KURBAN

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Tiga hari lagi kita akan merayakan hari Raya Idul Adha

Idul adha yang kita rayakan pada setiap tanggal 10 Dzulhijah dikenal dengan sebutan “Idul Qurban”. Perkataan kurban seakar dengan kata taqarrub, yang berarti mendekatkan diri kepada Allah, dimana orang yang memiliki kecukupan harta diperintahkan untuk berkurban, yaitu menyembelih hewan qurban.

Ibadah kurban termasuk ibadah yang tertua dalam sejarah manusia. Ibadah ini dilukiskan QS Al Maidah (5) ayat 27 – 31 berasal dari dua putra Nabi Adam, Habil dan Qobil, yang mempersembahkan kurban mereka kepada Allah. Allah menerima kurban Habil. Karena dilandasi oleh ketulusan dan keikhlasan. Sementara kurban Qobil yang didasari oleh rasa iri dan dengki kepada saudaranya tidak diterima Allah. Karena sakit hati, Qobil akhirnya membunuh Habil. Itulah pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.

Dalam perjalanan sejarah, ibadah kurban pun mengalami penyimpangan. Kurban tidak lagi diniatkan untuk mengabdi, berserah diri, menghambakan diri  kepada-Nya, tapi “upeti” untuk membujuk agar tuhan-tuhan penguasa alam tidak murka. Bahkan di Mesir kuno, yang dikurbankan adalah manusia (wanita tercantik di negeri itu).

Nabi Ibrahim as bersama putranya Ismail diutus untuk mengembalikan hakikat kurban. Melalui ujian yang mahaberat- Ibrahim as diperintahkan menyembelih putranya, seperti terekam dalam QS As Shaffat (37) ayat 100-102

رَبِّ هَبۡ لِى مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (١٠٠)

  1. Ya , anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.

فَبَشَّرۡنَـٰهُ بِغُلَـٰمٍ حَلِيمٍ۬ (١٠١)

  1. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلۡمَنَامِ أَنِّىٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰ‌ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٠٢)

  1. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dari riwayat tersebut diatas kita bisa mengambil beberapa hikmah yang hendaknya dijadikan sebagai pelajaran bagi kita

  1. Pertama

Bahwa setiap pengorbanan, ujian kalau dilandasi dengan keimanan, ketulusan dan kecintaan kepada Allah SWT akan terasa ringan, tidak berat untuk melaksakannya

Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim AS, begitu ringan melaksanakan perintah, ujian yang amat berat, ujian yang sangat dasyat untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS. Padahal berpuluh-puluh tahun dia mendambakan, mengidamkan, mengharapkan kehadiran seorang anak,  dalam setiap doanya :

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh (QS. As Shoffat (37) : 100

Kemudian Allah SWT mengabulkan doanya dengan kelahiran Nabi Ismail AS, seorang anak yang amat penyabar, penyantun dan lemah lembut. Hati Ibrahim AS begitu bahagia dengan kehadiran  seorang anak tercinta, buah hati, belahan jiwa, anak yang jadi dambaan, kebanggaan, harapan sebagai pelanjut keturunan dan perjuangan dimasa yang akan datang. Dan setelah hadir, Nabi Ibrahim AS sangat mencintai, menyayangi anaknya, Nabi Ismail AS,  tiba-tiba mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anaknya tercinta. Mendapatkan perintah seperti ini, Nabi Ibrahim tidak merasa keberatan, karena imannya yang berbicara. Disadari bahwa anak ini adalah karunia dan sekaligus amanat dari Allah SWT. Ketulusan dan keyakinan bahwa Allah SWT membalas pengorbanan seorang hamba, itulah yang menjadikan para kekasih Allah SWT, rela berkorban dengan jiwa dan raga dijalan Allah.

  1. Kedua

Bahwa siapapun yang berkorban dengan tulus, maka Allah SWT tidak akan membiarkan hamba tersebut  kehilangan kenikmatan yang pernah dikaruniakan kepadanya.

Jika harus ada nikmat yang terkurangi, itu karena Allah ingin menggantinya dengan yang lebih baik dan berarti untuknya.  Nabi Ismail AS tidak hilang dari pangkuan Nabi Ibrahim AS, akan tetapi Allah menggantinya dengan domba, gibas yang besar. Nikmat Allah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ismail tidak jadi hilang. Nabi Ismail tetap ada. Dengan kepatuhan dan ketulusan Nabi Ibrahim AS dalam berkorban. Allah SWT memberi nilai dan tambahan nikmat kepada nabi Ibrahim dan Nabi Ismail As, yaitu pembela dan pengayom kota suci Makkah dan akan dikarunia oleh Allah keturunan-keturunan yang sholeh dari para nabi yang datang setelahnya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

  1. Ketiga

Hendaknya kita bisa meneladani sikap pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan sehari-hari.

Kita sebagai ayah hendaknya bisa meneladani sikap pengorbanan Nabi Ibrahim, seorang ayah yang patuh, tunduk dan cinta kepada Allah. Kecintaannya kepada Nabi Ismail tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Kecintaanya kepada Ismail tidak melalaikan dan melemahkan pengabdiannya kepada Allah. Kecintaan kepada anak, istri, harta benda, kekayaan, pangkat, jabatan, kedudukan, pekerjaan jangan sampai mengahalangi, mengurangi, membatasi kecintaan kita kepada Allah SWT

Relakah harta benda, kekayaan yang kita kumpulkan bertahun-tahun, dikorbankan untuk kepentingan agama Islam, untuk pembangunan mesjid, yatim piatu dll

Relakah pangkat, jabatan, kedudukan yang kita bangun berpulu-puluh tahun dikorbankan untuk kepentingan syariat Islam.

Kita sebagai anak diharapkan bisa meneladani sikap pengorbanan Nabi Ismail AS, seorang anak yang patuh, tunduk  kepada Allah SWT, berbakti, taat dan hormat kepada orang tua. Jadilah Ismail – Ismail masa kini yang pikirnya cerdas dan berkualitas, hatinya tulus dan ikhlas, ucapannya lugas dan pantas,  ini tergambar dalam ucapannya ketika mau disembelihan :  “Wahai ayah, asahlah pisau yang akan digunakan untuk menyembelihku, agar penyembelihan berjalan dengan baik dan lancar, ikatlah tangan dan kakiku, agar geleparku tidak membuat ayah bimbang, telungkupkanlah wajahku ke tanah, agar ayah tidak sedih melihat wajahku, jaga baju ayah, jangan sampai terkena cipratan darahku, agar ayah tidak iba sehingga mengurangi pahala, dan berikanlah bajuku yang berlumuran darah kepada Ibu, bahwa ayah telah melaksanakan perintah Allah SWT, sampaikan salam perpisahan kepada ibuku”

  1. Keempat

Bahwa penyembelihan binatang adalah simbol, yang mengandung arti kita harus menyembelih, memotong sifat-sifat kebinatangan kita.

Ibadah kurban juga mengingatkan bahwa kita mempunyai sifat- sifat hewaniyah, bahimiyah,. Egois, mementingkan diri sendiri, tamak, serakah, suka merusak, menyakiti yang lemah, mau menang sendiri dan tak mau mendengarkan nasihat adalah bagian dari sifat-sifat hewaniyah yang melekat pada manusia. Penyembelihan binatang kurban bisa menjadi perlambang bahwa pelakunya sedang “menyembelih” sifat-sifat hewaniyah yang tidak patut dimiliki oleh manusia yang mulia dan terhormat. Selanjutnya sifat-sifat itu diganti dengan sifat-sifat karimah, seperti suka menolong, sederhana, menyantuni yang lemah, qana’ah, tawadlu dan mau menerima kritik.

Penyembelihan binatang adalah simbol, bahwa kita harus menyembelih, memotong “meuncit” sifat-sifat pelit medit, koret ‘meregehese’, diganti dengan sifat dermawan, saling mengasihi dan menyantuni.

Mudah-mudahan kegiatan ibadah kurban yang akan dilaksanakan oleh kita akan mendapat berkah, maghfirah dan ridho Allah SWT.

Sumber : Sebagian dari Mutiara Buya Yahya, Al Bahjah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 9, 2016 in Khutbah

 

Tag: , , , ,

Materi PPKn SMK Kelas X Semester 2 (Kurikulum 2013)

BAB V
MENGARUNGI BAHTERA KEADILAN BANGSA INDONESIA

A. Hukum, Keadilan dan Ketertiban

1. Makna Hukum
a. Hukum adalah aturan yang dibuat oleh badan berwenang yang mempunyai sifat mengikat, mengatur, memaksa dan bersanksi
b. Hukum ialah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan (Immanuel Kant)
c. Hukum ialah aturan tingkah laku anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu (Leon Duguit)
d. Hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan yang menjadi pedoman bagi penguasa-penguasa negara dalam melakukan tugasnya (E.M. Meyers)
e. Kumpulan-kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi itu disebut hukum dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara (S.M. Amin)
f. Hukum ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan yaitu dengan hukuman tertentu (J.C.T. Simorangkir)
g. Hukum ialah semua aturan (norma) yang harus diturut dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian, jika melanggar aturan-aturan itu akan membahayakan diri sendiri atau harta, umpamanya orang akan kehilangan kemerdekaannya, didenda, dan sebagainya (M.H. Tirtaatmidjaja)
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 10, 2016 in Materi PKn 10, PKn-koe

 

Tag: , , , ,

ESENSI KURBAN

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

ma

M

Seminggu lagi kita akan merayakan hari Raya Idul Adha 1436 H
Idul adha yang kita rayakan pada setiap tanggal 10 Dzulhijah dikenal dengan sebutan “Idul Qurban”. Perkataan kurban seakar dengan kata taqarrub, yang berarti mendekatkan diri kepada Allah, dimana orang yang memiliki kecukupan harta diperintahkan untuk berkurban, yaitu menyembelih hewan qurban. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al Kautsar (108) ayat 1-3
.إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ (٣)
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.

Ibadah kurban termasuk ibadah yang tertua dalam sejarah manusia. Ibadah ini dilukiskan QS Al Maidah (5) ayat 27 – 31 berasal dari dua putra Nabi Adam, Habil dan Qobil, yang mempersembahkan kurban mereka kepada Allah. Allah menerima kurban Habil. Karena dilandasi oleh ketulusan dan keikhlasan. Sementara kurban Qobil yang didasari oleh rasa iri dan dengki kepada saudaranya tidak diterima Allah. Karena sakit hati, Qobil akhirnya membunuh Habil. Itulah pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2015 in Jumat

 

Tag: , , ,

Materi Pembelajaran PPKn SMK

Bagi yang memerlukan materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), silahkan mendownloadnya disini !

Buku PPKn SMK Kurikulum 2013

Buku Siswa

Buku PPKn SMK Kelas X untuk Siswa Semester 1
Buku PPKn SMK Kelas X untuk Siswa Semester 2
Buku PPKn SMK Kelas XI untuk Siswa Semester 1
Buku PPKn SMK Kelas XI untuk Siswa Semester 2
Buku PPKn SMK Kelas XII untuk Siswa

Untuk Guru

Buku PPKn SMK Kelas X untuk Guru
Buku PPKn SMK Kelas XI untuk Guru
Buku PPKn SMK Kelas XII untuk Guru

Materi PPKn SMK Kurikulum 2013

Materi PPKn X SMK K-13 Semester 1
Materi PPKn X SMK K-13 Semester 2
Materi PPKn XI SMK K-13 Semester 1
Materi PPKn XI SMK K-13 Semester 2
Materi PPKn XII SMK K-13 Semester 1
Materi PPKn XII SMK K-13 Semester 2

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 3, 2015 in Materi PKn

 

Tag: , ,

Materi PPKn SMK Kelas X Semester 1 (Kurikulum 2013)

BAB I
NAPAK TILAS PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

A. Perlindungan dan Pemajuan HAM

1. Hakikat Hak Asasi Manusia (HAM)
HAM adalah hak dasar, hak pokok, hak pundamental yang melekat pada kodrat manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sejak lahir
Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak kodrati (John Locke)
Hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi, artinya hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci (Prof. Mr. Koentjoro Poerbapranoto)
Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM)
Setiap orang perlu menghormati dan menghargai hak asasi orang lain, karena setiap orang memiliki kebebasan dan kesamaan harkat, derajat serta martabat. Manusia merupakan makhluk Tuhan YME yang paling mulia. Karena HAM merupakan kebutuhan dasar manusia yang perlu diperjuangkan, dihormati dan dilindungi oleh setiap orang.

2. Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia :
– Kasus Marsinah (1993), Kasus Munir (2004)
– Kerusuhan Tanjung Priok (1984)
– Tragedi Semanggi I (1998) dan Semanggi II (1999)
– Kerusuhan Tri sakti (1998)
– DOM Aceh, Petrus
Sampai saat ini masih terjadi kasus pelanggaran HAM di Indonesia, hal ini disebabkan karena manusia lebih mementingkan diri (egois), kekuasaan yang berelebihan dan kurangnya kesadaran hukum
Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 23, 2015 in Materi PKn 10

 

Tag: , , , , , ,

Materi PPKn SMK Kelas XI Semester 1 (Kurikulum 2013)

BAB I
MENAPAKI JALAN TERJAL PENEGAKAN HAM DI INDONESIA

A. Kasus Pelanggaran Hak Asasi manusia

1. Pengertian Pelanggaran HAM
Setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (pasal 1 angka (6) UU No 39 Tahun
Contoh kasus pelanggaran HAM :
– Menghilangkan nyawa orang lain (pembunuhan)
– Penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, trackficing, perbudakan
– Kelalian dalam memberikan pelayanan kesehatan
– Pencemaran lingkungan yang disengaja dll

2. Bentuk-bentuk pelanggaran HAM
– Diskriminasi, yaitu suatu pembatasan, pelecehan, pengucilan yang lansung maupun tidak langsung didasarkan pada perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, jenis kelamin, bahasa, keyakinan dan politik yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik secara individual maupun kolektif dalam semua aspek kehidupan
– Penyiksaan, yaitu suatu perbuatan yang dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan baik jasmani maupun rohani pada seseorang.
Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 23, 2015 in Materi PKn 11

 

Tag: , , , , ,

Materi PPKn SMK Kelas XI Semester 2 (Kurikulum 2013)

BAB VI
MENYIBAK KASUS PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

A. Hakikat Hak dan Kewajiban Warga Negara

1. Makna Hak Warga Negara
– Hak warga negara adalah seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia dalam kedudukannya sebagai anggota dari sebuah negara
– Contoh hak warga negara :
– Memperoleh pendidikan yang layak
– Memperoleh penghidupan yang pantas
– Mempergunakan sarana prasarana umum
Perbedaan antara hak asasi manusia dan hak warga negara :
– Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia sejak lahir. Sifatnya universal, tidak terpengaruh status kewarganegaraan seseorang
– Hak warga negara sifatnya nasional, dibatasi oleh status kewarganegaraannya artinya tidak semua hak warga negara adalah hak asasi manusia akan tetapi semua hak asasi manusia, juga merupakan hak warga negara.
– Misalnya hak setiap warga negara menduduki jabatan pemerintahan RI adalah hak warga negara Indonesia, sehingga tidak berlaku bagi setiap orang bukan warga negara Indonesia

2. Makna Kewajiban warga Negara
– Kewajiban warga negara adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab sebagai anggota dari sebuah negara
– Contoh kewajiban warga negara :
– Membayar pajak tepat waktu
– Mematuhi peraturan lalulintas angkutan jalan raya
– Membela dan mempertahankan negara dari berbagai macam ancaman
Perbedaan antara kewajiban warga negara dan kewajiban asasi :
– Kewajiban warga negara adalah tindakan atau perbuatan yang harus dilaksanakan oleh seorang warga negara, dibatasi oleh status kewarganegaraan
– Kewajiban asasi merupakan kewajiban dasar, pokok, pundamental yang harus dilaksanakan setiap setiap orang tanpa dibatasi status kewarganegaraan seseorang

Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2015 in Materi PKn 11

 

Tag: , , , , ,